Sabtu, 25 Januari 2014

Kayu

0 komentar
1.1  PENGERTIAN KAYU
Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan).
Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya.Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang.
Ilmu perkayuan (dendrologi) mempelajari berbagai aspek mengenai klasifikasi kayu serta sifat kimia, fisika, dan mekanika kayu dalam berbagai kondisi penanganan.
Kayu sebagian besar terdiri dari sel-sel pembuluh yang sumbu panjangnya sejajar dengan sumbu panjang batang. Sel-sel ini tersusun atas selulosadan diikat menjadi satu oleh bahan penyemen yang disebut lignin. Arah sumbu panjang ini diacu sebagai arah serat kayu dan penting untuk dikenal, karena sifat kayu yang sejajar serat sangat berbeda dengan yang tegak lurus terhadap serat.

1.2 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BAHAN KAYU
1.2.1  Kelebihan Kayu
a)      Banyak didapat di Indonesia dan bisa didaur ulang lagi ketersediaannya dengan menanam kembali (Reboisasi).
b)      Mudah dikerjakan dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan dan kegunaannya serta harga yang relatif murah.
c)      Kekuatan kayu cukup tinggi dan ringan.
d)      Daya tahan terhadap listrik dan bahan kimia (kecuali bahan imia yang keras) cukup tinggi/baik.
e)      Pada jenis kayu tertentu mempunyai tekstur yang indah, sehingga mempnyai nilai dekoratif yang indah/baik.
f)       Kedap suara.
1.2.2 kekurangan Kayu
a)      Sifatnya kurang homogen
b)      Mudah dipengaruhi oleh iklim/cuaca.
c)      Lendutan dapat terjadi pada keadaan kelembaban tinggi.
d)      Mudah terserang serangga, jamur dan cacing laut.
e)      Adanya cacat-cacat bawaan dan cacat alam, seperti : mata kayu dan pecah-pecah
f)       Agak mudah terbakar.


























Explosion 1: 2


PEMBAHASAN

 




2..1 PENAMPANG KAYU
Penampang pohon yang dipotong melintang dapat dijelaskan sebagai berikut:


 











        a.  Kulit Luar (outer bark )
              Bagian ini kering dan bersifat sebagai pelindung.
        b.  Kulit Dalam ( bast )
             Bagian ini  lunak dan basah,    untuk       mengangkut bahan  makanan dari daun ke bagiandari tumbuhan.
        c.  Kambium
             Berada di dalam kulit dalam. Bagian ini yang membuat sel-sel kulit dan sel-sel kayu.
        d.  Kayu Gobal ( sapwood )
        Biasanya berwarna keputih-putihan. Bagian ini mengangkut air dan zat makanan dari tanah ke daun.
        e.  Kayu Teras ( heartwood )
Bagian ini warnanya lebih gelap dari kayu gubal. Kayu teras sebelumnya adalah kayu gubal. Perubahannya menjadi kayuteras terjadi secara perlahan-lahan. Dibandingkan kayu gubal, kayu teras umunya lebih tahan terhadap serangan serangga, bubuk kayu, jamur, dan sebagainya. Dibading kayu gubal, kayu terasinilah yang diambil dan dimanfaatkan sebagai ‘kayu’ untuk keperluan bangunan, mebelair, dan lain sebagainya.
f.    Hati ( pith )
             Bagian lingkaran kecil yang berada paling tengah dari batang kayu.
g.   Jari-jari Teras ( rays )
       Bagian ini yang menghubungkan berbagaian-bagian dari pohon untuk menyimpan dan peralihan bahan makanan

2.2 KEPADATAN KAYU
          Kepadatan kayu terkait erat dengan berat jenis kayu dan kekuatan kayu. Semakin ringan kayu semakinkurang kepadatannya, semakin kurang pula kekuatannya. Begitu juga sebaliknya.
a.  Berat Jenis
      Adalah perbandingan berat dan volume kayu dalam keadaan kering udara dengan kadar air sekitar 15%.
b.  Kekuatan Kayu
       Pada umumnya dapat dikatakan, kayu yang berat sekali, juga disebut kuat sekali. Kekuatan, kekerasan dan sifat teknis lain pada kayu berbanding lurus dengan berat jenisnya. Walaupun demikian ada factor lain yang mempengaruhi kekuatan kayu, yaitu susunan dari kayu tersebut.
2.3  KLASSIFIKASI KAYU SEBAGAI BAHAN BANGUNAN
a)    Kelas Kekuatan                                                 à Tabel  1.1.
b)    Kelas Keawetan                                                à Tabel  1.2.
c)     Kelas  Pemakaian                                            à Tabel  1.3.
d)    Mutu  Kayu                                                        à Tabel  1.4.
       
 


 

 
                 Tabel  2.1.  Penggolongan Kayu  berdasarkan  Kelas  Kekuatan
Kelas         Kuat
Berat Jenis       Kering Udara

Kokoh  lentur mutlak  (kg/cm2)

Kokoh  tekan  mutlak  (kg/cm2)

I

³  0,90
³  1100
³  650
II
0,90  -  0,60
1100  -  725
650  -  425
III
0,60  -  0,40
725  -  500
425  -  300
IV
0,40  -  0,30
500  -  360
300  -  215 
V
£  0,30
£   360
£   215
 

             Tabel  1.2.  Penggolongan Kayu  berdasarkan  Kelas  Keawetan
Uraian / Nomor

KELAS  KEAWETAN

I
II
III
IV
V
KONDISI  KONSTRUKSI
A
8
tahun
5
tahun
3
tahun
Sangat
pendek
Sangat
pendek
B
20
tahun
15
tahun
10
tahun
Beberapa
tahun
Sangat
pendek
C
Tak
terbatas
Tak
terbatas
Sangat
lama
Beberapa
tahun
Pendek
D
Tak
terbatas
Tak
terbatas
Tak
terbatas
Minimum
20 tahun
Maksimum
20 tahun
E
tidak
Jarang
Agak
Cepat
Sangat
cepat
Sangat
Cepat
F
tidak
tidak
Hampir
tidak
Tak
seberapa
Sangat
Cepat
 


*) Kondisi  Konstruksi:
a.    Selalu berhubungan dengan tanah lembab.
b.       Hanya terbuka terhadap angin dan iklim, tetapi air tidak masuk di dalamnya.
c.    Di bawah atap, tidak berhubungan dengan tanah lembab  dan  dilindungi terhadap kelengasan.
d.    Seperti  c.  tetapi  dipelihara dengan baik,  seperti:  dicat.
e.    Serangan  rayap.
f.      Serangan oleh kumbang, bubuk kayu.
 
Tabel  1.3.  Penggolongan Kayu  berdasarkan  Kelas  Pemakaian
Kelas  Pemakaian

Ditetapkan  dari

Keterangan

Kelas  Keawetan
Kelas Kekuatan

I

I
I
Konstruksi berat,  selalu terkena penga-ruh-pengaruh buruk, seperti: terus me-nerus berada dalam tanah, atau  ter-kena panas matahari, hujan dan  angin.
II
I
II
II
II
III
III
III
Konstruksi berat yang terlindung berada di bawah atap  dan  tidak berhubungan dengan tanah basah.
IV
IV
IV
Konstruksi ringan yang terlindung berada di bawah atap.
V
V
V
Konstruksi yang bersifat  tidak  permanen.








Tabel  1.4.  Penggolongan Kayu  berdasarkan  Mutu
Uraian
Mutu  A
Mutu  B
a. Kadar lengas
Harus kering udara
Kadar lengas  £  30%
b. Mata kayu
Besarnya mata kayu    £ 1/6  lebar balok  atau  £  3,5  cm
Besarnya mata kayu    £ 1/4  lebar balok  atau  £  5  cm
c. Kandungan wanvlak
Kandungan wanvlak (kayu gubal),   £  1/10  tinggi balok.
Kandungan wanvlak (kayu gubal),   £  1/10  tinggi balok.
d. Kemiringan arah serat
Kemiringan arah serat,           tg  a  £ 1/10
Kemiringan arah serat,           tg  a  £ 1/7
e. Retak-retak
Retak-retak arah radial  £ 1/4 tebal kayu  dan  terhdp  ling-karan tumbuh £ 1/5 tebal kayu
Retak-retak arah radial  £ 1/3 tebal kayu  dan  terhdp  ling-karan tumbuh £ 1/4 tebal kayu
 
2.4  MODULUS ELASTISITAS DAN TEGANGAN IZIN  KAYU                                                                                             
Tabel  1.5.  Modulus  Elastisitas  (PKKI’1961)                                                                                                  

MODULUS ELASTISITAS

(kg/cm2)

Kelas  Kuat 

I
II
III
IV
JATI
Modulus Elastisitas, sejajar serat,
E
125.000
100.000
80.000
60.000
100.000







 
 


Tabel  1.6.  Tegangan  Ijin  Kayu  (PKKI’1961)                                                             Kayu  Mutu  A

TEGANGAN

(kg/cm2)

Kelas  Kuat 

I
II
III
IV
Jati
Tegangan Lentur Ijin
`slt
150
100
75
50
130
Tegangan Tekan Ijin, sejajar serat
`stky
130
85
60
45
110
Tegangan Tarik  Ijin, sejajar serat
`stry
130
85
60
45
110
Tegangan Tekan Ijin, tegak lurus serat
`stkz
40
25
15
10
30
Tegangan Geser Ijin, sejajar serat
`ty
20
12
8
5
15

Faktor Reduksi :
Ø  Tegangan-tegangan ijin pada tabel 1.6. di atas, berlaku untuk kayu mutu “A”,  konstruksi terlindung  &  menerima pembebanan tetap.
Ø  Kayu  mutu  “B”  berlaku  faktor reduksi  0,75.
Ø  Konstruksi yang selalu terendam dalam air atau konstruksi tidak terlindung  dan  kadar lengas selalu tinggi, berlaku faktor  2/3.
Ø  Untuk konstruksi yang  tidak terlindung tetapi  kayu dapat mengering dengan cepat, berlaku faktor  5/6.
Ø  Untuk konstruksi yang memikul beban tetap dan beban tidak tetap atau beban angin,  berlaku  faktor  5/4.




2.4 SIFAT-SIFAT KAYU
Menurut sifatnya kayu dibagi menjadi empat :
a.   Kelas Kayu Istimewa
b.    Kelas Kayu Awet
c.    Kelas Kayu Cukup Awet
d.    Kelas Kayu Agak Awet dan Tidak Awet

a.        Kelas Kayu Istimewa :
Yang termasuk kayu jenis kelas awet antara lain :
1.     Kayu Balsa
2.     Kayu Jati
3.     Kayu Ebony
4.     kayu Cendana
5.     Kayu Salimuli, dsb.

b.      Kelas Kayu Awet :
Yang termasuk jenis kayu kelas awet antara lain :
1.     Kayu Rengas
2.     Kayu Cempaka
3.     Kayu Gofasa
4.     Kayu Sono Kembang
5.     Kayu Ulin
6.     Kayu Bungur, dsb

c.       Kelas Kayu Cukup Awet
Yang termasuk jenis kayu kelas cukup awet antara lain :
1.     Kayu Mahoni
2.     Kayu Sindur
3.     Kayu Sungkai
4.     Kayu Meranti Merah, dsb

d.       Kelas Kayu Agak Awet dan Tidak Awet :
Yang termasuk jenis kayu kelas agak awet dan tidak awet antara lain :
1.     Kayu Jelutung
2.     Kayu Medang
3.     Kayu Surian
4.     Kayu Durian, dsb







Leave a Reply